Secara tampilan, tim developer Android telah mengubah tampilan dan desain dari sistem operasi ini. Meski terbilang minor, tetapi perubahan ini membuat user interface menjadi lebih segar. Yang paling terlihat adalah perubahan warna pada indikator baterai dan juga sinyal WiFi. Sebelumnya di Android 4.3, kedua indikator tersebut berwarna biru dan kini berubah menjadi warna putih.
Euforia Indonesia
Senin, 19 Mei 2014
Android Kit Kat
Android 4.4 KitKat akhirnya resmi dirilis dan sudah bisa digunakan
oleh ponsel Nexus 4 mulai hari ini. JerukNipis pada hari ini (26/11/13)
telah berhasil meng-upgrade dan kini telah memakai sistem operasi yang namanya diambil dari merk coklat buatan Nestle tersebut di ponsel Nexus 4.
Secara tampilan, tim developer Android telah mengubah tampilan dan desain dari sistem operasi ini. Meski terbilang minor, tetapi perubahan ini membuat user interface menjadi lebih segar. Yang paling terlihat adalah perubahan warna pada indikator baterai dan juga sinyal WiFi. Sebelumnya di Android 4.3, kedua indikator tersebut berwarna biru dan kini berubah menjadi warna putih.
Google juga seolah ingin mengedepankan fungsi dari Google Now. Hal ini bisa dilihat dari perubahan yang terjadi pada bagian lock screen.
Di bagian bawah Jerukers akan melihat sebuah tanda panah yang akan
mengaktifkan fitur Google Now, apabila kita melakukan gerakan menyapu ke
arah atas.
Selain itu, ada satu fungsi yang cukup menarik JerukNipis, yaitu
fungsi Printing on the Go. Fungsi ini nantinya akan mengizinkan Jerukers
untuk mencetak dokumen langsung dari ponsel kalian dengan menggunakan
sambungan WiFi atau Bluetooth. Tentu saja fitur ini tak bisa digunakan
oleh semua printer, karena Jerukers wajib meng-install aplikasi khusus terlebih dahulu.
Secara tampilan, tim developer Android telah mengubah tampilan dan desain dari sistem operasi ini. Meski terbilang minor, tetapi perubahan ini membuat user interface menjadi lebih segar. Yang paling terlihat adalah perubahan warna pada indikator baterai dan juga sinyal WiFi. Sebelumnya di Android 4.3, kedua indikator tersebut berwarna biru dan kini berubah menjadi warna putih.
Senin, 28 April 2014
“Islam and Moeslim in American: Community Development Perspective”
Jurusan Pengembangan
Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta adakan kuliah umum dengan tema “Islam and Moeslim in American: Community Development Perspective”.
Kegiatan ini diselenggarakan Senin, 28 April 2014 di Convention Hall
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kuliah umum ini menghadirkan pembicara
yang berasal dari Amerika yaitu Jaye Star (akademisi dan seorang mualaf
di Amerika).
Kuliah umum dibuka oleh Dekan Fakultas
Dakwah dan Komunikasi, Dr. Waryono, M.Ag.. Menurut Waryono pemilihan
tema sangatlah tepat karena stereotip yang berkembang pasca tragedy WTC
tahun 2001 yang menelan ribuan korban orang Barat dan pelakunya
merupakan organisasi atau orang Islam. Untuk itulah pada kesempatan
kuliah umum ini diharapkan mahasiswa selain mendapatkan gambaran
kehidupan sosial-keagamaan Muslim di Amerika yang hidup dalam
bayang-bayang stereotip kekerasan. “Dengan kuliah umum ini semoga dapat
membantu mahasiswa dalam melihat permasalahan sosial, ekonomi, politik,
dan kehidupan beragama di Negeri Paman Sam tidak semata berdasarkan
fanatisme (agama); tetapi juga dengan analisis keilmuan
sosial-humaniora”, tambah Waryono.
Dalam kuliah umum ini, Jaye Star
menyampaiakan, sekulerisme yang ada di Amerika bukan berarti masyarakat
USA tidak beragama, melainkan hanya membatasi Pemerintah untuk tidak
ikut campur tangan dalam urusan agama seseorang, karena agama adalah
urusan setiap pribadi masing-masing individu. Masyarakat amerika adalah
orang yang agamis sesui dengan agamanya masing-masing.
“ Islam di Amerika adalah minoritas, dan
untuk menemukan masjid sangatlah susah karena di Amerika Masjid masih
sangat jarang, bahkan untuk melaksanakan sholat 5 waktu sampai
menggunakan sisi ruangan yang kecil, dihalaman atau ruang terbuka.
Masjid di Amerikan dijadikan pusat pembelajaran komunitas bagi pemeluk
Agama Islam seperti, diskusi, siraman rohani dan puncak kegiatan berada
pada masa bulan ramadhon. Muslim yang ada di Amerika sangatlah variatif
karena berasal dari berbagai negara dan berbagai mahzab. Seiring
berkembangnya Islam di Amerika, terbentuk organisasi keislaman seperti,
Islamic Society of North America (ISNA), Islamic Circle of North America
dan Muslim Student Association (MSA). Organisasi ini selanjutnya
menjadi wadah bagi masyarakat islam di Amerika untuk berdialog dengan
negara terkait dengan kebijakan-kebijakan pemerintah”, tutur Jaye Star.
Dengan dilaksanakan kuliah umum ini,
Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), M. Fajrul Munawir,
M.Ag. berharap, mahasiswa dan alumni PMI Fakultas Dakwah dan Komunikasi
dapat, membantu memperluas cakrawala pengetahuan dan bersaing di kancah
global serta mengetahui keberadaan minoritas Muslim di Amerika. (Doni
Tri W-Humas UIN Suka)
sumber : uin-suka.ac.id
Selasa, 22 April 2014
UIN Sunan Kalijaga
Berbicara tentang Yogyakarta sebagai kota pelajar, tidak mengherankan ribuan mahasiswa/mahasiswi jauh-jauh datang merantau untuk menimba ilmu di "Kota Gudheg" ini. kehidupan yang multikultural harmonis terlihat jelas di berbagai sudut kota sebagai bukti bahwa keberagaman latar belakang, pendidikan, lingkungan, dari Sabang sampai Merauke bukanlah menjadi halangan untuk menuntut ilmu bersama di kota budaya ini. banyak sekali kampus-kampus yang berada di kawasan Yogyakarta, salah satunya UIN Sunan Kalijaga, yang notabene sebagai kampus berbasis Islam. kampus yang dulunya dikenal sebagai IAIN ini sampai dengan sekarang UIN Sunan Kalijaga masih eksis dan konsisten menjaga pendidikan yang Islami berwawasan luas. UIN Sunan Kalijaga diuntungkan karena terletak di pusat kota tepatnya di Jalan Marsda Adisucipto yang mana mudah dijangkau dari mana saja karena strategis.
Kekuatan Media Indonesia
selama ini media mungkin mengerucutkan Indonesia dari segala sisi buruknya saja. ekspos media terhadap sisi negatif yang terus menerus membanjiri media-media di Indonesia secara intens dan berkelanjutan nampaknya sudah menjadi hal yang wajar, biasa saja, dan sudah lekat di setiap lini kehidupan kita. namun di luar itu, banyak sekali sisi positif dari Indonesia yang dapat kita banggakan. di luar sana, banyak sekali anak-anak berprestasi Indonesia yang turut mengharumkan nama negeri tercinta Indonesia di dunia Internasional. sayangnya, mereka tidak mendapat perhatian lebih karena dirasa pemberitaan tentang "kesemerawutan" yang terjadi di dalam negara sendiri lebih 'menjual'. memang pada dasarnya, kekuatan media sangatlah besar dalam mempengaruhi audiens atau masyarakat sehingga seolah-olah apa yang dipublikasikan oleh suatu media adalah hal yang mutlak kebenarannya.
Langganan:
Postingan (Atom)